Sweet Revenge - Bab 6 (ID)

BESOK


"Hari libur kami sering main ke taman ini, jadi kembalilah kalau kamu ingin bertemu."

Selepas mengatakan itu, dia menggandeng tangan putranya lantas pergi.

Eh...

Aku agak menyesal, tidak tahu mengapa terus menguping percakapan keduanya selagi mereka menjauh.

"Ayah, bukannya tadi bisa disebut dengan menggoda?"

"Bukan. Ayah sudah kenal nii-chan itu sejak lama."

"Kalau begitu, kenapa ayah bilang 'Senang bertemu denganmu' tadi?"

"Yaa, itu karena ayah tidak mau memanfaatkan situasi. Ayah senang bisa memberi dia semangat hari ini."

"Hmm, aku tidak begitu mengerti orang-orang dewasa."

"Haha, kamu pasti akan tahu suatu hari nanti."

Apa yang barusan dia bilang?

Menggoda?

Tidak. Kupikir aku tidak seperti itu.

Tapi di mana dia melihatku?

Aku tidak bisa menjangkaunya.

Berkat menangis banyak-banyak, perasaanku berubah jadi sangat lega.

Aku menerima kata yang indah bahwa "kebahagiaan bisa jadi balas dendam".

Kesedihanku karena berpisah dengan Kazuma sedikit berkurang.

*   *   *

Selepas menangis di taman, aku pulang.

Sungguh pemandangan yang sepi. Memang, setengah dari ruang hatiku berlubang, tetapi berkat banyak tangisan yang sudah kukeluarkan, kini aku tidak dapat meneteskan air mata lagi.

"Aku juga akan bahagia. Mungkin itu bakal jadi pedang untuk Kazuma."

Memang akan memakan waktu, tetapi aku merasa positif.

Mulai besok... aku akan terlahir kembali.

Meskipun aku belum mampu melupakan Kazuma, aku akan bersikeras lupakan dia sedikit demi sedikit.

Apakah ini berkat keajaiban Shirotsumegusa yang membuatku ingin hidup seperti itu?

Ketika kutengok cincin bertanduk putih yang telah layu di saku, secara tak sengaja aku tersenyum.

"Aku layu, tapi aku diremajakan. Seperti yang dikatakan Kazuma. Aku harus mendapatkan air dan hidup."



PREV | LIST | NEXT