Sweet Revenge - Bab 3 (ID)

MALAM TERAKHIR


Kami tahu bahwa itu adalah malam terakhir, jadi kami melakukannya berulang kali.

Aku tidak bisa berhenti menggoyangkan pinggulku meskipun cairan putih milik Kazuma telah meluap ke dalam kuncupku.

"Lagi... lakukan lagi."

Lebih erat, pegang aku lebih lama lagi.

"Mizuki... Mizuki...."

"Ah... Mhm...."

Seumur-umur, baru rasanya kali ini cairan panas kukeluarkan berulang kali dengan semangatnya.

Begitupula dengan Kazuma, tanpa henti ia menyerang tubuhku hingga menjelang fajar.

Aku dibuatnya mencapai klimaks berulang kali, terus ditusuk sampai rasanya tidak bisa bernapas hingga kehilangan kesadaran.

"Hnn...."

Dengan hati-hati, dia pergi dari sebelahku yang masih terbaring saat fajar.

Aku kesepian....

Kuraih kerutan di seprai tempat dis tidur dan membelainya lembut, hanya kehangatan yang tersisa.

Suara air mandi bergema....

Suara air mendidih dan lemari es....

Hingga akhirnya, suara klik kunci tanda pintu ditutup.

Aku tidak bisa mendengar apa-apa lagi selepas suara sepatu di luar.

"Ugh...."

Aku terhening untuk waktu yang lama, tetapi tidak memiliki keberanian untuk bangun.

Kalau aku bangun sekarang... aku akan menangis dan memelukmu... mencegatmu.

Setelah sekian lama, akupun bangun dan pergi ke dapur dengan pinggang yang terasa berat. Ketika aku berniat mengambil air dari dalam lemari es, kutemukan sebuah catatan di pintu.

Itu dari Kazuma.

"....."


Mizuki selalu seperti air bagiku.

Ketika aku memelukmu, hatiku yang kering selalu berubah menjadi lembab. Dan ketika aku memegangmu, aku selalu mencium aroma seperti bunga dan seketika merasa nyaman.

Tapi aku tidak bisa menahanmu lagi. 

Meskipun... aku tidak akan pernah melupakanmu.

Tolong bencilah aku karena meninggalkanmu.

Maafkan aku, tapi... kumohon berbahagialah.



Haha... dasar dungu.

Aku benci bagian dirimu yang bersikap terlalu jujur.

Kalau kamu tidak bisa mengatakannya secara langsung, kamu tidak perlu repot-repot mengatakannya sekalian.

Meninggalkan surat seperti itu... menjijikkan.

Tapi....

Itulah alasan mengapa aku mencintainya.





PREV | LIST | NEXT