Sweet Revenge - Bab 2 (ID)

AKU MENCINTAIMU


Kisah pernikahannya terus berlanjut.

Hari ketika Kazuma meninggalkanku semakin dekat dan dekat.

"Kumohon. Setidaknya tetaplah bersamaku sampai hari itu tiba. Aku akan melepaskanmu dengan pantas."

"Maaf... telah membuatmu sampai bilang begitu. Tolong salahkan aku karena telah menjadi pria yang buruk. Tapi... bakal kulakukan. Aku bakal ada di sisimu sampai menit terakhir."

"Ya... Aku tahu kamu akan mengabulkan permintaanku. Aku bakal memutuskanmu dengan pantas. Mau bagaimana lagi... situasi begini itu...."


*   *   *


Besok adalah hari pernikahannya.

Sepulang kerja, aku bertemu dengannya di stasiun seperti biasa, membeli dua bir kaleng di toko swalayan.

Selama perjalanan, diam menyelubungi kami, hanya bisa mendengar suara gemerisik tas kresek berwarna putih.

Ada rasa tegang yang tumbuh menyambut malam terakhir bersama Kazuma.

Segera setelah kembali ke kamar, kami minum satu botol bir, kemudian saling menumbukkan bibir kami dengan lembut.

Itu adalah ciuman pahit.

Ada rasa bersalah yang menyeruak pada calon istri Kazuma, meskipun aku yang telah memintanya agar lekas pindah bersama Kazuma.

Aku tak akan menyalahkan wanita itu kalau dia sampai berpikir bahwa ini tidaklah adil.

Tapi setidaknya... aku ingin Kazuma agar menghabiskan waktu bersamaku dulu.

Aku tidak membenci Kazuma.

Ruangan yang kami tempati saat itu tampak tidak seimbang, dia telah selesai mengepak barang-barangnya dan hanya meninggalkan satu koper, tapi aku benar-benar ingin disentuh sampai akhir.

"Sentuh aku untuk terakhir kalinya...."

"Kamu yakin?"

Aku masih menyukaimu.

Sepanjang waktu.

Namun, kita akan putus malam ini.

Mata kami berpandang, saling tatap dengan air muka yang terbakar menyakitkan.

Tangan Kazuma yang amat kukenal membawaku ke tempat tidur, kemudian mendorongku ke atasnya.

"Aku mencintai... hanya Mizuki."

Ah... sudah berapa kali aku dipeluk oleh kata-kata cinta yang seperti mantra berbisik manis di telingaku?

"Kazuma...."

"Aku akan menyentuhmu."

 "...Ya."

Dengan lebih berhati-hati dari biasanya, tangan Kazuma menelusur seluruh tubuhku.

Apakah Kazuma tengah berusaha untuk mengingat tubuhku?

"Kamu ini selalu beraroma wangi. Persis bunga."

"Hmm... itu memang pekerjaanku. Mungkin pekerjaanku yang sebagai desainer bunga membuat aroma mereka jadi menempel di tubuhku."

"Begitu ya.... Tapi... ini memang aromamu sendiri. Sisa aromamu... aku tidak akan pernah melupakannya."

Kazuma menjilati leher, menyesap putingku dengan ujung lidah, membuat pinggangku bergetar.

"Ah... hmm... aku sudah... tidak tahan lagi...."

"Di sini? Sialan... tubuhmu cuma diketahui olehku."

Sebuah jari dimasukkan ke dalam kuncupku yang rapat. Kazuma terus melelehkanku dengan antusias, seolah menikmati tiap detik suara basah yang dihasilkan di bawah sana.

"Sedikit lagi."

"Hngh... uh... uh...."

Tidak peduli berapa kali kami telah melakukan ini, rasanya masih sulit untuk menerima ukuran Kazuma.

Tapi rasa sakit itu hanya terasa saat permulaan dia memasukkannya.

Putingku dijilat dan digigit pada saat yang sama, pinggangku dicengkeram dan diguncang dengan keras, tubuhku semakin terbuka untuk Kazuma.

Benda tegang milik Kazuma dimasukkan ke dalam tubuhku, ada rasa hangat yang menjalar di dalam.

Sayangnya, rasa hangat ini tidak akan pernah kutemui lagi mulai besok.

"...Aku mencintaimu."

"Tapi besok... kamu harus meninggalkanku."

"...Sungguh maafkan aku.... Mizuki adalah orang yang paling kucintai...."





PREV | LIST | NEXT